31 Jul 2019, 9:50 WIB | Berita Umum, Headline

Ikan Patin dari OKU Timur

Hampir semua pecinta ikan senang  memakan ikan patin. Ikan patin dengan nama ilmiah Pangasius Hypophthalmus masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas adalah berasal dari sungai-sungai besar yang ada di kawasan Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa. Namun beberapa tahun belakangan ini  pembudidayaan  ikan patin  semakin gencar.

Pada saat acara Marine and Fisheries Business and Investment Forum yang diikuti oleh 191 pelaku usaha patin (2018) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan KKP Nilanto Perbowo mengatakan pemerintah, pelaku usaha, pembudidaya, dan asosiasi memiliki sebuah komitmen bahwa ikan patin milik Indonesia harus bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi kedepannya terutama untuk pertumbuhan ekonomi serta masyarakat.

Keinginan pemerintah tersebut di tanggapi positip oleh para petambak di bumi sebiduk sehaluan. Hal ini dapat dilihat dari data bahwa Kabupten OKU Timur sebagai daerah penghasil ikan patin terbesar di Sumatera Selatan. produksi ikan patin Sumsel 137.662.04 dari jumlah itu 70 persen dari OKU Timur.
Untuk peningkatan produksi ikan patin diperlukan perhatian dari pemerintah pusat khususnya Kementeri Kelautan dan Perikanan.

Sehubungan hal tersebut Pemerintah pusat memberikan perhatian kepada petani tambak, dengan dikucurkannya bantuan dari Dirjen Budidaya Tangkap Kementrian Kelautaan dan Perikanan belum lama ini.

Bantuan yang disalurkan ke OKU Timur berupa satu unit excavator, paket budidaya lele sistem bioflok, 30 hektar budidaya ikan sistem minapadi. 200.000 ekor benih ikan patin siam, 200.000 bibit ikan lokal dan 100.000 ekor benih ikan mas.