Lapak Baru Pendapatan Malah Turun
MARTAPURA – Puluhan pedagang sayur mayur di pasar tradisional Martapura mengaku
tidak puas dengan kebijakan pihak Dinas Kebersihan, Keindahan dan Pasar
(DKKP) Kabupaten OKU Timur memindahkan mereka ke lapak baru yang
dibangun dengan kondisi seadanya.
”Kalau bisa kita ditempatkan
lagi berjualan di posisi semula, sebab selain tidak nyaman dengan
posisi baru ini. Kita juga banyak kehilangan langanan sehingga
mengakibatkan pendapatan menurun,” ungkap Ayuna pedagang sayur ditemui,
Jumat (5/3).
Hal yang sama juga diungkapkan pedagang lainnya
yang meminta agar ada kebijakan yang diberikan pada pedagang terkait
letak berjualan bagi mereka.
“Lokasi sekarang memang lebih layak
jika dibanding sebelum dibangun lapak seperti ini. Tapi yang merugikan
kita justru membingungkan pembeli,” imbuhnya, sembari menegaskan akibat
pindahnya posisi berjalan ini berimbas pada menurunnya pendapatan
mereka mencapai 50 persen lebih.
Sementara itu Kepala DKKP OKU
Timur, Ir. Darmasiswandy melalui Kabid Kebersihan dan Keamanan
Syafindar SE mengatakan, ada perubahan posisi pasca dilakukan rehab
tersebut dikarenakan adanya pengurangan jumlah lapak dari sebelumnya
sembilan baris lapak menjadi delapan baris .
“Posisi sembilan, meminta untuk masuk ke dalam baris delapan,” terangnya.
Syafindar
mengharapkan agar para pedagang yang berada yang di pasar belakang
koramil dapat menerima ketentuan Dinas. Jika pedagang masih
mempermasalahkan kios yang sudah dibagikan, maka Dinas mengambil sikap
dengan cara melakukan diundi sistem arisan dan keputusannya tidak dapat
diganggu gugat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten OKU Timur,
Meitosa Popilaya SE MM ketika dimintai tanggapannya terkait dengan
masalah pedagang ini menegaskan pihaknya sudah menerima keluhan dari
para pedagang.
“Kami akan coba mencari solusinya bersama Dinas
Kebersihan dan Keindahan Pasar, jangan sampai ada pihak yang
dirugikan,” pungkasnya.
