26 Nov 2019, 11:57 WIB | Berita Umum, Headline

Juara dari Desa

sebuah prestasi tak harus datang dari kota namun bisa juga di raih oleh desa dengan sarana prasarana belum lengkap. Hal ini di buktikan oleh tim sepak bola desa Banumas Kec BP Peliung yang tampil sebagai juara Liga Desa Nusantara Seri Nasional.

Dalam laga final di lapangan Desa Pasir Tim sepakbola Desa Banumas menampilkan diri sebagai yang terbaik usai mengalahkan Desa Palambare, Sulawesi Selatan, dengan skor tipis 1-0 pada laga final di desa pasir tanjung kec cikarang pusat jawa barat (22/11/2019/ goal dicetak oleh Geger Pangestu. Kemenangan ini tidak hanya disambut antusias masyarakat OKU Timur, namun juga Provinsi Sumsel.

Bupati OKU Timur H. M. Kholid, S.Sos, M.Si saat menerima tim sepak bola Banumas di ruang Bupati, (26/11 2019 )mengatakan, Tim sepakbola Desa Banumas menang atas tim sepakbola dari Desa Palambare. Ini hasil akhir yang luar biasa. “Berkat hasil tersebut, tim sepakbola Desa Banumas berhak membawa pulang hadiah sebesar 50 juta rupiah.

Hadiah diserahkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Taufik Madjid. “Saya bangga dengan prestasi ini, tetapi yang paling penting dari hal ini adalah sportivitas tetap di jaga dan terus berlatih agar lebih berprestasi lagi di tahun tahun berikutnya,” kata Bupati.

Bupati, mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit dari pada meraih kemenangan, buktinya kemarin OKU Timur bisa menundukkan Makasar sebagai juara bertahan. Memang Mempertahankan lebih sulit daripada meraih, untuk itu saya minta terus berlatih dan tingkatkan terus kemahiran bermain bola, karena dapat dipastikan tahun depan tim tim sepak bola lainnya akan lebih tanggu. Ditempat yang sama Wiyono HS selaku ketua Klub atau Tim melalui Joko Nugroho selaku maneger tehnik mengatakan, Prestasi ini semakin lengkap setelah punggawa tim Desa Banumas, Ketut Suryanto, terpilih sebagai pemain terbaik dan berhak menerima hadiah sebesar Rp 5 juta. “Ini bukti bahwa masyarakat di perdesaan memiliki kemampuan dan mampu menciptakan kebanggaan untuk kabupaten bahkan Provinsi Sumsel.