7 Jan 2021, 9:48 WIB | Berita, Berita, Berita Umum, Headline

Kadisdikbud OKU Timur Imbau Guru Selalu Pantau Siswa Belajar di Rumah

Sekdin Disdikbud Dr. Sofian Hadi

Berdasarkan Surat keputusan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, atas kebijakannya bahwasanya kembali dilakukan  penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun 2021, dilingkungan pendidikan masa darurat penyebaran Covid-19.

Maka,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten OKU Timur Wakimin, S.Pd., melalui sekretarisnya Dr. Sofian Hadi mengatakan Disdikbud OKU Timur kembali menunda pelaksanan sekolah tatap muka, karena melihat penyebaran Covid-19 yang masih mewabah dan semakin meluas, maka akan diprioritaskan terlebih dahulu kesehatan siswa maupun guru dan kepala sekolah itu yang lebih penting diperhatikan kata Sofian.

Sehubungan dengan hal tersebut, proses belajar dari rumah atau daring dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 pada semua satuan pendidikan baik TK/PAUD, SD, dan SMP/sederajat, maka diputuskan bahwa proses belajar dari rumah hingga batas yang belum ditentukan.

“ Sebelumnya proses belajar tatap muka dijadwalkan dimulai 4 Januari 2021 ditunda akibat masih mewabahnya Covid-19”. Kata Sekdindikbud  OKU Timur Dr. Sofian Hadi. Senin 4 januari 2021.

Dia,  menghimbau kepada seluruh kepala sekolah dan guru yang ada di Kabupaten OKU Timur  agar tetap selalu membimbing dan memantau langsung aktifitas siswa belajar di rumah, Kemudian pantauan kepada orang tua untuk siswa itu sendiri apa sudah punya HP Android atau tidak punya HP itu juga harus diakomodir karena tidak semua orang tua memilikinya, namun  bagi siswa yang  tidak punya HP Android tentunya bisa saja menggunakan kunjungan ke rumah untuk memberikan tugas-tugas tertentu,

Demikian, sambungan Sofian anak-anak harus benar-benar terpantau, oleh guru, seolah kita melaksanakan pembelajaran seperti biasa disekolah dan guru juga harus mengontrol, evaluasi tugas-tugas anak serta  jangan diberikan tugas yang terlalu berat, hal ini juga akan memberikan beban pada anak

”Tugas maupun soal-soal yang telah diberikan agar diberi  nilai kemudian dievaluasi untuk menjadi catatan-catatan, apakah para siswa sudah paham atau belum sehingga bisa dilakukan pertanyaan namun bagi siswa yang belum memahaminya, agar di lakukan pembelajaran ulang” Pungkasnya. (Jhon)