20 Aug 2019, 10:13 WIB | Berita Umum, Umum

Latihan Atcab di OKU Timur

Puncak Latihan Antar Kecabangan TNI AD tahun 2019 yang berlangsung di Kabupaten OKU Timur disaksikan langsung oleh para petingi TNI antara lain Pamglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Komandan Kodiklat Angkatan Darat Letjen TNI AM Putranto, S.Sos, para Asisten Kasad dan Panglima Kotama TNI AD serta para Perwira Tinggi Angkatan Darat Senin (19/8/2019).
Latihan antar kecabangan dalam wadah Brigif Para Raider-17/1 Kostrad melibatkan satuan dari berbagai kecabangan jajaran TNI AD sebagai satuan perkuatan yang meliputi Satuan Infanteri, Kavaleri, Armed, Arhanud, Zeni, Peralatan, Bekang, Kesehatan, Perhubungan, Polisi Militer, Ajen, Hukum, Penerbad dan Topografi.

Latancab Kartika Yudha TNI AD tahun 2019, mulai dari tanggal 4 sampai dengan 21 Agustus 2019 dengan mengambil tema, Brigade Tim Pertempuran Melaksanakan Operasi Militer untuk Perang di Wilayah Sumbagsel dalam rangka Operasi Penindakan Kogasratgabdi. Pada latihan ini diikuti oleh kurang lebih 5.000 personel dan menggunakan berbagai Alutsista paling modern yang dimiliki TNI AD antara lain, 8 unit Ranpur Leopard 2RI, Tank Marder dan ARV dari kesenjataan Kavaleri. Kemudian Roket Astros dan Meriam 155 dari kecabangan Armed, Heli Apache AH-64E, Heli serang BO 105 dan Heli serang AS 550 Fennec dari kecabangan Penerbad serta ATGM Jevelin dan Nlaw dari kecabangan Infanteri serta berbagai jenis Alutsista lainnya.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto, S.IP didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, S.Sos ketika menyaksikan latihan tersebut memuji ketangkasan personil TNI AD dari 15 Kecabangan yang sudah menunjukkan kebolehannya dalam berlatih. Lebih jauh Panglima mengatakan, untuk dapat melaksanakan tugas pokok TNI maka diperlukan prajurit yang profesional dan selanjutnya untuk membentuk prajurit yang profesional maka diperlukan adanya latihan. Selaras dengan kebijakan pimpinan TNI AD untuk mewujudkan prajurit yang disiplin, jago tembak, jago beladiri, jago perang dan memiliki fisik yang prima, maka tuntutan perubahan harus dihadapi dengan peningkatan profesionalisme dan tertib administrasi. Dengan demikian latihan harus sesuai dengan realisme, dihadapkan pada tugas operasi yang sesungguhnya agar mampu mewujudkan prajurit TNI AD yang jago perang.