9 Apr 2019, 9:40 WIB | Berita Umum

Martapura – Jakarta 2 Jam

Jika ada Rapat atau kegiatan penting yang mendadak di Jakarta pukul  13.00 Wib, Sedangkan  kita masih di Martapura, mungkinkah bisa di hadiri? jawabannya ya  sebab
saat ini waktu tempuh Martapura – Jakarta akan di lipat  menjadi  kurang dari dua jam.
Tentu saja bukan dengan  sihir tapi dengan  teknologi.  Hal ini  dimungkinkan dengan di
resmikannya  pemanfaatan Pangkalan Udara Gatot Subroto di Kabupaten Way Kanan,
Lampung    sebagai penerbangan sipil oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (6/4/2019).

Peresmian Bandara   dengan ditandainya  penerbangan sipil perdana maskapai Citilink
Indonesia QG 1090 jenis ATR 72-600 dari Jakarta, Dalam penerbangan tersebut
langsung  di ikuti oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Angkatan
Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa dan rombongan.

Bedasarkan informasi bahwa pesawat Citilink akan terbang 2 kali dari Jakarta – Way
Kanan – Palembang dengan jadwalnya dua kali seminggu hari Selasa dan Kamis
nantinya  maskapai Lion juga sudah setuju untuk terbang ke Way Kanan. Beberapa Kabupaten akan merasakan maanfatnya seperti Kabupaten Way Kanan, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU, Kabupaten OKU Selatan

Bupati Kab Oku Timur Kholid Mawardi S.Sos turut serta mendapingi Menteri  Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad)  Jenderal TNI Andika Perkasa, Gubernur Ridho dan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya saat   meresmikan pemanfaatan Pangkalan Udara tersebut sebagai penerbangan sipil.

Jika selama ini  Warga Dari Oku Timur yang ingin ke Jakarta  harus ke Palembang-Sultan Mahmud Badarudin atau ke  Lampung- Radin Inten II, hal ini jelas memakan waktu   dan biaya yang  cukup banyak. Dengan beroperasinya Bandara  Gator Subroto diharapkan juga  mendorong pertumbuhan  ekonomi di kab Oku Timur khususnya wilayah Martapura. Hal ini bukan tidak beralasan, nantinya para penumpang pesawat  jika menginap akan mencari Hotel dan  penginapan yang tentu saja mereka akan mencari yang lebih dekat ke bandara. di lain sisi diperlukan   armada angkutan terusan ke Bandara atau dari Bandara , hal ini berarti  membuka peluang usaha bus ataupun biro travel.