Visi dan Misi

VISI DAN MISI OGAN KOMERING ULU TIMUR

TAHUN 2021-2025 

 

VISI OKU TIMUR :

“TERWUJUDNYA KABUPATEN OKU TIMUR YANG “MAJU LEBIH MULIA”.

VISI, MISI, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

TAHUN 2020-2025

  1. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
  2. VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Visi merupakan  gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan, merupakan cara pandang kedepan tentang kemana dan bagaimana Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur harus dibawa dalam mencapai keberhasilan pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Visi perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi dan masyarakat sehingga menjadi visi bersama yang pada gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan segala sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan manusia yang sehat. Cerdas produktif dan berakhlak mulia menuju kehidupan yang semakin sejahtera dalam pembangunan yang berkelanjutan, yang dilaksanakan secara demokratis dan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Untuk menjawab tantangan kedepan menuju kondisi lebih baik yang diinginkan, perlu ditetapkan Visi yang hendak dicapai dengan mengarahkan pada seluruh sumberdaya dan potensi yang dimiliki, sehingga ditetapkan Visi Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai berikut:

“TERWUJUDNYA KABUPATEN OKU TIMUR YANG

“MAJU LEBIH MULIA”.

Untuk menyamakan persepsi mengenai visi tersebut bagi setiap organisasi dan stakeholder, serta berbagai pihak yang berkepentingan, maka dirumuskan pengertian sebagai berikut:

KABUPATEN OKU TIMUR YANG MAJU adalah Kabupaten yang memiliki kemampuan nyata di segala bidang. Pemerintah Daerah  memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembangunan baik ekonomi, sosial, budaya,  infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan keamanan  yang sejalan dengan program Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat berdasarkan aspirasi masyarakat.

KABUPATEN OKU TIMUR LEBIH MULIA adalah Kabupaten yang  masyarakatnya memiliki ahklak yang  baik, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, norma, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, teknologi, dan seni,  sehingga diharapkan terwujudnya kemandirian masyarakat, nilai-nilai tertentu dalam kehidupan masyarakat, terutama keadilan, persamaan, kebebasan  dan kemajemukan (pluralisme) serta hidup  penuh dengan kedamaian.

  1. MISI PEMBANGUNAN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Misi adalah suatu gambaran yang akan dilakukan dalam rangka mencapai visi. Misi merupakan penjabaran dari visi untuk mengarahkan pada tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.

Untuk mencapai Visi Kabupaten OKU Timur tersebut diperlukan Misi yang dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun tujuan, sasaran dan strategi dengan menggunakan  sumber daya yang dimiliki, maka ditetapkanlah Misi pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah yang efektif, efisien, bersih, akuntabel, dan demokratis dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat;
  2. Meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur daerah yang berkualitas, adil dan merata.
  3. Meningkatkan perekonomian daerah yang berbasis pada pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan sehingga menyerap sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.
  4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
  6. Meningkatkan stabilitas keamanan dan ketentraman masyarakat bersinergi dengan pihak Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI dan Masyarakat dalam rangka mendorong terciptanya pertumbuhan perekonomian daerah dan masyarakat.
  7. Meningkatkan Program Sosial untuk menurunkan angka kemiskinan.
  8. Memfasilitasi Lembaga Bantuan Hukum yang dapat mengadvokasi dan membantu persoalan hukum masyarakat.
  1. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
  2. Tujuan Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur:

Tujuan adalah penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi dan merupakan hasil akhir yang akan dicapai dalam kurun waktu perencanaan. Adapun tujuan Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif adalah:

  1. Sasaran Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yang bersifat spesifik, terukur, jelas, terintegritasi, terkoordinasi dan konsisten yang akan dicapai dalam kurun waktu perencanaan. Adapun sasaran Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur adalah:

  • Terciptanya kualitas kinerja dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah yang efektif, efisien, bersih dan akuntabel dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
  • Terciptanya insfrastruktur publik yang memadai dan berkualitas yang adil dan merata.
  • Terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berbasis perekonomian yang ditopang oleh Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang pangan yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  • Terciptanya kualitas penyelenggaraan pendidikan masyarakat.
  • Terciptanya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
  • Terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat yang bersinergi dengan pihak Pemerintah, Daerah kepolisian, TNI dan masyarakat.
  • Tercipta jaminan sosial dan keagamaan yang adil dan merata.
  • Terciptanya lembaga bantuan hukum yang dapat mengadvokasi dan memfasilitasi persoalan hukum masyarakat.
  1. STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

Strategi merupakan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Strategi ini akan memperjelas pemikiran-pemikiran secara konseptual, analitis, realistis, rasional, dan komprehensif tentang berbagai langkah yang diperlukan untuk memperlancar pencapaian tujuan dan sasaran.

Strategi meliputi penetapan Kebijakan dan Program yang menunjukkan konsekuensi yang jelas sebagai suatu sistem operasional dan aktivitas guna mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi serta Misi.

Kebijakan yang ditetapkan dilingkungan strategi untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan adalah sebagai berikut:

  1. Mewujudkan peningkatan aparatur yang berkualitas, bersih, akuntabel, demokratis dan profesional dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dan pelayanan kepada masyarakat, yang diorientasikan pada:
  2. Mempersiapkan Sumber Daya Aparatur yang Berkualitas dan Profesional dengan Dikembangkanya Kepemimpinan dialogis di setiap Tingkatan.

Dengan adanya tekad mewujudkan otonomi yang luas dan utuh pada daerah kabupaten/kota, maka tantangan dan permasalahan pada pembangunan akan berada di tingkat kabupaten/kota, untuk itu kabupaten/kota harus segera mempersiapkan SDM aparatur yang memadai khususnya dari sisi kualitasnya sampai dengan tingkatan desa/kelurahan, sehingga dapat dikembangkan kepemimpinan dialogis yang merupakan pengejawantahan dari sifat kepemimpinan demokratis, dimana pemimpin harus dapat mengayomi masyarakat yang berarti bersikap terbuka dan tanggap terhadap tuntutan dan aspirasi serta keluhan masyarakat.

  1. Mengedepankan Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas

Reformasi telah melahirkan tuntutan masyarakat agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan harus dilaksanakan secara transparan dalam arti mementingkan pertanggungjawaban terhadap publik / masyarakat luas. Sedangkan akuntabilitas adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan Misi suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Reorientasi dan Revitalisasi Pelayanan Kepada Masyarakat berbasis Online.

Dalam rangka menciptakan pelayanan prima kepada masyarakat, maka perlu dilakukan perubahan sistem dan mekanisme pelayanan yang mengacu kepada prinsif-prinsif efektifitas dan efisiensi, disamping itu profesionalitas birokrasi juga harus ditingkatkan untuk melayani masyarakat berbasis online. Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, kesejahteraan pegawai negeri perlu mendapat perhatian guna menciptakan aparatur yang bebas dari KKN, bertanggung jawab, profesional, produktif dan efisien.

  1. Mewujudkan peningkatan sarana dan prasaranan infrastruktur daerah sebagai penunjang pembangunan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah dan masyarakat, yang berorientasi pada:
  • Pembangunan Infrastruktur Daerah

Pembangunan infrastruktur daerah bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sebagai sarana penunjang pembangunan. Infrastruktur daerah merupakan aspek yang vital dalam pembangunan daerah baik dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi maupun sosial, untuk itu sangat diperlukan ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur daerah, serta rehabilitasi infrastruktur yang sudah ada terutama untuk sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kelancaran aktivitas ekonomi dari desa ke kota termasuk akses kejalan tol dan perkantoran. Ketersediaan infrastruktur dan pertumbuhan perekonomian diyakini memiliki hubungan yang erat, karena ketersediaan infrastruktur akan menggerakkan sektor riil, menyerap tenaga kerja, mendorong konsumsi masyarakat, serta mengacu aktivitas produksi sektor-sektor ekonomi.

  1. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis perekonomian yang ditopang oleh Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di bidang pangan yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  1. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah selain dari sektor pajak dan retribusi daerah diarahkan pada terwujudnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan yang dapat menampung hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan milik masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dikelola secara profesional yang akhirnya memberikan kontribusi penambahan Pendapatan Asli Daerah.

  1. Penguatan Kelembagaan Petani

Bahwa pengembangan kelembagaan petani harus diperkuat seperti; Kelompok Tani, Gapoktan, Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Petani Pemakai Air dan KTNA sehingga kelembagaanya dapat bekerjasama/bermitra dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan.

  1. Mewujudkan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dalam rangka mencerdaskan masyarakat sehingga mampu berdaya saing secara global, yang berorientasi pada :
  2. Pembangunan Bidang Pendidikan Formal Masyarakat

Pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan hal yang paling mendasar yang menjadi fokus perhatian penyelenggaraan pelayanan publik. Sektor pendidikan merupakan suatu subsistem dari sistem pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kuat, oleh kerena itu pembangunan di bidang pendidikan diarahkan dan difokuskan untuk:

  • Menjamin perluasan dan pemerataan akses pendidikan.

Perluasan dan pemerataan akses pendidikan dilakukan dalam upaya memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat bersekolah dari semua jenjang dengan akses yang mudah.

  • Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.

Terwujudnya pendidikan yang berkualitas sangat tergantung dari faktor internal yaitu kesiapan siswa dalam menerima pendidikan, kondisi dimana siswa memiliki kesiapan dan kemampuan menerima pendidikan harus didukung oleh faktor-faktor eksternal yaitu (a) penyediaan pendidikan dan tenaga kependidikan baik secara kualitas dan kuantitas serta peningkatan kesejahteraan, (b) Penyediaan sarana dan prasarana belajar yang memadai, (c) Pendanaan pendidikan yang akuntabel dan transparan.

  • Tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan.

Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan sangat diperlukan suatu kebijakan yaitu kebijakan tata kelola dan akuntabilitas yang meliputi sistem pembiayaan berbasis kinerja baik ditingkat satuan pendidikan maupun pemerintah daerah, dan manajemen berbasis sekolah (MBS), untuk membantu pemerintah daerah dalam mengalokasikan sumber daya serta memonitor kinerja pendidikan secara keseluruhan. Disamping itu, peran serta masyarakat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan kinerja pendidikan ditingkatkan melalui peran komite sekolah/satuan pendidikan dan dewan pendidikan.

  1. Pengembangan Pembangunan Pendidikan Non Formal Masyarakat

Pendidikan non formal masyarakat diharapkan dapat mendorong dan mendukung kualitas kecerdasan masyarakat, pembangunan pendidikan non formal dimasyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mendorong meningkatkan kecerdasan masyarakat yang telah dilaksanakan melalui pendidikan formal.

  1. Mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sehat serta lingkungan yang bersih, yang berorientasi pada:
  2. Pembangunan Kesehatan Masyarakat

Pembangunan Bidang Kesehatan memiliki kedudukan yang sangat strategis karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan salah satu faktor yang ikut menentukan kualitas manusia. Pembangunan dibidang kesehatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat untuk meningkatkan usia harapan hidup terutam diarahkan bagi peningkatan perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui pemberian fasilitas kemudahan berobat bagi masyarakat.

  1. Pendidikan Kesehatan Masyarakat

Wujud kesehatan dan cara hidup sehat sangat berperan dalam mencapai kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan informasi/ sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus agar masyarakat dapat memahami dan melaksanakan perilaku pola hidup sehat di masyarakat dengan prinsip mencegah lebih baik dari pada mengobati, maka diharapkan masyarakat akan selalu menciptakan lingkungan bersih dan sehat dalam menjalankan aktivitas seta kehidupan sehari-hari.

  1. Peningkatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Kesehatan

Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai dan merata diseluruh wilayah dalam kabupaten Ogan Komering Ulu Timur diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat dengan syarat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk sehingga masyarakat dapat pelayanan kesehatan,

  1. Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Medik dan Para Medik

Untuk dapat saling mendukung dalam memberikan prioritas pada upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, perlu dilakukan peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga medik dan para medik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar dalam pelayanan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara profesionalisme, cepat, tepat dan benar.

  1. Mewujudkan Terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat yang bersinergi dengan pihak Pemerintah, Daerah kepolisian , TNI dan masyarakat yang berorientasi pada:
  1. Peningkatan dan Pengembangan Keamanan Swakarsa

Salah satu faktor penentu dalam pelaksanaan pembangunan adalah kondisi keamanan, ketentraman dan ketertiban suatu wilayah. Kondisi aman, tentram dan tertib dapat diciptakan dengan jalan memperkuat kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan, yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dan kepastian hukum. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan swakarsa dan meningkatkan kemampuan pam swakarsa serta penyediaan sarana dan prasaranan keamanan.

  1. Penerapan Perangkat Regulasi dalam Pelaksanaan Pembangun Daerah

Faktor kepastian hukum dan perangkat regulasi daerah juga merupakan salah satu indikator keberhasilan daerah dalam menjalankan roda pembangunan, sehingga perlu penerapan peraturan-peraturan daerah sebagai dasar pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan roda pembangunan. Hal ini diharapkan dapat memberi kepastian hukum bagi pemerintah, para pelaku ekonomi dan masyarakat keseluruhan untuk turut ambil bagian dalam menjalankan roda pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong terciptanya pertumbuhan perekonomian daerah.

  1. Mewujudkan Jaminan sosial dan Keagamaan yang adil dan merata, yang berorientasi pada:
  • Peningkatan Jaminan Sosial masyarakat

Prioritas utama pembangunan daerah adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menurunkan angka kemiskinan melalui sinergi Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Pemberian Insentif bagi masyarakat yang terkena musibah, Insentif Guru Agama, Kaum Dhuafa, Penjaga Makam dan Mudin.

Program Pemberdayaan Kelompok Pemuda dan Komunitas  dengan teknologi tepat guna sehingga dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengganguran.

  • Peningkatan Pembinaan Agama

Pembinaan agama dalam rangka tri kerukunan agama harus dibina dan mendapatkan program prioritas sehingga kebebasan beragama dapat terjalin toleransi beribadah dan kedamaian di Kabupaten OKU Timur.

  1. Mewujudkan Lembaga Bantuan Hukum yang dapat mengadvokasi dan memfasilitasi persoalan hukum masyarakat.

Persoalan hukum baik hukum pidana dan perdata bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur dengan kemajukan suku, agama, ras dan adat (sara) dapat dilakukan dengan adanya Lembaga Bantuan Hukum bagi masyarakat sehingga di perlukan pembinaan masalah hukum sekaligus fasilitasi masyarakat yang terkena masalah hukum secara adil dan bijak.